Selasa, 03 Juni 2008

Seekor penyu terdampar dan mati di pantai Lhok Kruet Kecamatan Sampoinet Aceh Jaya Nanggroe Aceh Darussalam (Gambar diambil 28 Mei 2008). Diperkirakan sudah satu minggu terhampar di pasir pantai. Penyu ini terglong spesies imbricata (penyu sisik). Diduga kehadirannya ke daratan adalah untuk meletakkan telur, tetapi perjalanannya terhambat dan berakhir dengan kematian. Indikasi kematiannya disebabkan oleh beroperasinya jaring nelayan,ter sangkut dan kemudian dibuang begitu saja.
Ini menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat setempat tentang kelestarian dan pelindungan lingkungan masih sangat minim.

The biggest intersesting research

Post Tsunami 2004 membuat Aceh tampil di wajah dunia, bukan hanya karena kehancuran yang dasyat yang diakibatkannya, tetapi juga sebagai pusat studi berbagai disiplin ilmu. Kejadian gempa dan naikknya gelombang besar telah merubah sebagaian besar tatanan ekologi, lingkungan dan sosial masyarakat. Multi civitas membuat munculnya polemik baru dalam pembangunan Aceh. Satu hal lain yang juga sangat berperan, yaitu permasalahan pro-kontra politik pasca perjanjian damai Helsinki.

Kawasan pesisir mempunyai nilai yang sangat berharga, sebagai pusat kegiatan. Rehabilitasi, restorasi, rekonstruksi, rebuilding, dan berbagai "re" lainnya dijadikan kata kunci/senjata andalan dalam upaya mengeksplorasi dan eksploitasi pesisir Aceh. Dinamika sumber daya alam dengan nilai biodiversity yang tinggi menjadi target research utama.